
KOMPAS.com
- Apakah Anda suka mengonsumsi makanan atau minuman mengandung jahe yang
memiliki sensasi hangat? Tahukah Anda bahwa ada banyak manfaat yang bisa kita
dapatkan dari konsumsi jahe? Jahe sering kita temukan di dapur karena memiliki
kegunaan dalam meningkatkan aroma makanan dan menghilangkan bau amis pada ikan.
Jahe dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna rimpangnya.
jahe putih atau jahe kuning besar: sering dijadikan bahan campuran minuman atau
jahe olahan jahe kuning kecil atau jahe emprit: punya rasa yang lebih pedas
jahe merah: jahe yang memiliki ukuran paling kecil. sering digunakan untuk
ramuan obat-obatan. Baca juga: 5 Manfaat Teh Jahe bagi Kesehatan Selain
digunakan sebagai bahan dapur, jahe sarat akan nutrisi, senyawa bioaktif,
gingerol, olerosin, hingga minyak atsiri yang berperan menimbulkan rasa pedas
pada jahe. Tak heran jahe sering dijadikan alternatif pengobatan beberapa
penyakit, antara lain:
1. Atasi gangguan pencernaan kronis
Gangguan pencernaan kronis ditandai dengan nyeri berulang dan
rasa tak nyaman di bagian atas perut. Nyeri perut umumnya disebabkan oleh
gastroparesis atau melambatnya pengosongan makanan dari lambung ke usus halus.
Konsumsi air jahe dapat mempercepat pengosongan makanan sehingga kita dapat
terhindari dari nyeri perut. Orang umumnya mampu mengosongkan lambung dalam
waktu 1-2 jam. Namun, pengosongan lambung hanya butuh waktu sekitar 12 menit
apabila mengonsumsi jahe. Baca juga: Benarkah Jahe Dapat Bantu Turunkan Berat
Badan?
2. Menurunkan berat badan
Dilansir dari Healthline, jahe dapat mengurangi berat badan
dengen mengecilkan pinggul atau pinggang seseorang.
Hal ini karena jahe memiliki potensi untuk membantu membakar
kalori serta mengurangi peradangan. Sebuah studi pada tahun 2016 terhadap 80
wanita obesitas ditemukan bahwa jahe juga dapat membantu mengurangi indeks
massa tubuh (BMI) dan kadar insulin darah. Sebagai informasi, kadar insulin
darah yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas atau kelebihan
berat badan.
3.
Menurunkan gula darah
Jahe disebut memiliki sifat anti-diabetes yang kuat. Hal itu
karena bahan dapur ini memiliki indeks glikemik rendah serta mampu menurunkan
kadar gula darah. Berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat, dalam
100 gram jahe mengandung 80 kalori, 1,82 gram protein, dan 2 gram serat
makanan. Dalam penelitian yang diterbutkan dalam Journal of Ethnic Foods,
mengonsumsi jahe bisa membantu mengurangi kadar A1C dan kadar glukosa serum
puasa pada penderita diabetes tipe II. Kendati demikian, sebelum mencoba
pengobatan alami diabetes dengan konsumsi jahe, Anda dianjurkan untuk
berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Baca juga: Cara Mengobati Vertigo
dengan Jahe
4.
Mengurangi
nyeri haid
Nyeri yang dirasakan seorang wanita selama siklus menstruasi
disebut dengan dismenore. Konsumsi air jahe atau jahe parut pada awal periode
menstruasi sangat efektif dalam melawan nyeri haid. Jahe bahkan terbukti
memiliki efektifas yang sama dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang
biasanya digunakan untuk mengurangi rasa nyeri yaitu asam mefenamat dan
ibuprofen.
5.
Menurunkan
kolesterol
Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dapat mengakibatkan
peningkatan risiko penyakit jantung. Jahe sering digunakan sebagai alternatif
dalam menurunkan kolesterol karena tumbuhan dengan nama ilmiah Zingiber
officinale ini dapat mengaktifkan enzim dengan meningkatkan kerja kolesterol.
Selain itu, kandungan gingerol pada jahe mampu mencegah penggumpalan darah dan
melancarkan aliran darah, sehingga mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan
oleh kolesterol tinggi, seperti stroke dan penyakit jantung.
6.
Menjaga imunitas
Jahe diyakini dapat menjaga dan meningkatkan imunitas atau
daya tahan tubuh. Itu berarti, orang yang rutin mengonsumsi jahe, bisa memiliki
tubuh yang lebih kuat dan mampu menangkal berbagai penyakit. Ekstrak jahe merah
juga memiliki efek antiradang dan pereda demam alami. Tak heran, jahe sering
dijadikan minuman untuk mendukung proses pemulihan saat seseorang sedang sakit.
Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Minum Jahe?
7.
Mencegah
kanker Jahe mengandung zat gingerol, yang tampaknya memiliki efek perlindungan
terhadap kanker. Selain itu, jahe merah diketahui mengandung zat antikanker dan
antioksidan yang menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker, seperti:
kanker usus kanker lambung kanker pankreas kanker hati kanker payudara kanker
ovarium Namun, manfaat jahe merah masih perlu dibuktikan lagi dengan penelitian
lebih lanjut. Jahe juga belum bisa menggantikan peran penanganan kanker yang
lain, seperti operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar